Senin, 25 Maret 2013
Sekilas tentang apa itu Komunitas One Asia Foundation .
Komunitas One Asia Foundation adalah sebuah komunitas pelajar mahasiswa yang tergabung dari berbagai Perguruan Tinggi / Universitas dari beberapa negara di Asia Raya, Indonesia adalah bagian negara Asia Tenggara yang bekerjasama dengan Jepang dari Asia Timur dalam rangka kerjasama membentuk Komunitas Pelajar yang tergabung dalam kesatuan rumpun Negara-negara Asia.
Presiden atau ketua dari Komunitas One Asia Foundation adalah Mr. Yoji Sato seorang pakar Ilmuan dari Jepang dimana beliaulah yang memebentuk komunitas pelajar mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi dibeberapa Negara di Asia. Adapun beberapa Perguruan Tinggi yang sudah tergabung di Indonesia antaralain UPI, ITB dan UGM.
Kerjasama Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dengan Komunitas One Asia Foundation
Dalam kegiatan Komunitas One Asia Foundation di UPI sudah berlangsung selama 2 tahun dalam dua periode yaitu Oktober-Maret 2011/2012 dan Oktober-Maret 2012/2013, dimana tiap angkatan yang tergabung dari beberapa fakultas diantaranya Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS), Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni (FPBS) dan Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK). Dalam kerjasama di UPI ini dipegang dan di ketuai oleh Dosen dari Pendidikan Bahasa dan sastra Jepang yaitu oleh ibu Dianni Risda beliau juga yang memegang hubungan internasional antara UPI dan Jepang.
Program Kuliah Umum One Asia Foundation di Universitas Pendidikan Indonesia
Dalam kegiatan mahasiswa Komunitas One Asia Foundation ini berupa kuliah umum yang tergabung dari mahasiswa beberapa perwakilan dari tiap jurusan antar Fakultas yang terdiri dari 5-10 orang perwakilan dari tiap jurusan / program studi di masing-masing fakultas. Dalam kegiatan kuliah umum ini bertempat di Auditorium FPIPS dengan gabungan mahasiswa berjumlah sekitar 200 orang ± mahasiswa. Kuliah umum ini diisi oleh pembicara dari beberapa Dosen pilihan sesuai dengan keahliah ilmu kajian pembahasan dari bidang ilmu terstruktur mengenai negara-negara Asia. Selama perkuliahan berlangsung dari awal bulan Oktober – Maret ini dilaksanakan rutinitas selama sepekan sekali yaitu setiap hari jum’at dari pukul 09.00-11.00 WIB. Sesuai dengan pematerian diberikan bahasan materi seputar negara-negara di Asia dari mulai materi bahasan dari lingkup : Sejarah, Kebudayaan, Pendidikan, Politik, Ekonomi dan lain-lain.
Perjalanan perkuliahan Umum One Asia Fondation
Saya Imas Masyitoh Agustini, adalah salahsatu mahasiswa dari Prodi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (PIPS) Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS) yang tergabung dalam Komunitas One Asia Foundation, hampir selama satu semester dari Oktober-Maret 2012/2013 saya menjalani masa-masa perkuliahan Umum yang tergabung dengan Komunitas One Asia dari UPI dengan teman-teman dari beberapa Fakultas yang mewakili dari tiap masing-masing Program Studi / jurusan. Dalam gabungan mahasiswa yang luar biasa, mahasiswa pilihan yang memilki edukasi tinggi dan kekritisan yang mendalam mengenai berbagai permasalahan yang terjadi di Asia khususnya permasalahan di Negara Indonesia. Beberapa harapan besar dibentuknya Komunitas One Asia Foundatiaon ini dapat terjalin kerjasama yang erat antar mahasiswa yang sama-sama memilki tujuan yang sama yaitu satu tujuan Asia yang bersatu damai, sejahtera dan menjadi negara-negara pelopor keberhasilan Asia dalam berbagai bidang sehingga Asia menjadi negara tempat bergantungnya negara lain di dunia. Terbentuknya pelajar yang tergabung dalam satu kesatuan Komunitas One Asia Foundation ini menjadikan fondasi awal dari kerjasama bidang pendidikan yang dilakukan antarnegara di Asia untuk bisa menjalin lebih jauh lagi hubungan yang terjalin antar negara satusama lainnya. Sehingga dari awal yang dibentuk oleh para pelajar ini bisa terus ditingkatkan lagi dalam kerjasama berbagai bidang keahlian dan membentuk komunitas yang lebih besar lagi dalam bidang lainnya demi tercapai tujuan akhir yaitu menjalin erat kerjasama di berbagai bidang mencapai Asia yang unggul dimata dunia. Mahasiswa diberikan materi dan arahan kedepan dalam permasahan globalisasi dan belajar melalui pengalaman atau flashsback permasalahan ke belakang dan permasalahan yang sedang dihadapi oleh negara-negara Asia, sangat bermanfaat sekali berbagai penjelasan yang dipaparkan dengan fakta-fakta terkini maupun fakta-fakta yang lalu yang menunjukan kelemahan dan kelebihan negara-negara di Asia. Banyak manfaat yang diadapat dari perkuliahan Umum Komunitas One Asia Foundation ini sehingga pada akhir perkuliahan tugas akhir yang diberikan kepada mahasiswa menuliskan kajian kritis melalui karya tulis berbentuk artikel terkait negara-negara di Asia dalam berbagai bidang. Dari tugas akhir perkuliahan ini, mahasiswa yang terpilih mendapatkan beasiswa meliputi kategori: karya tulis, keaktifan selama perkuliahan umum dan kehadiran perkuliahan. Dari kategori tersebut mahasiswa pilihan akan dinobatkan sebagai mahasiswa penerima beasiswa One Asia Foundation, dimana mahasiswa yang terpilih mendapat beasiswa berbentuk uang saku dan piagam penghargaan. Dalam kesempatan ini sungguh tidak disangka dari 200 ± mahasiswa yang ikut dalam perkuliahan saya terdaftar mahasiswa pertama mendapat beasiswa itu, Alhamdulilah segala Puji kepada Allah SWT. Selain mendapat Ilmu, pengalaman, teman-teman yang luar biasa saya juga terpilih menjadi bagian mahasiswa yang mendapat kesempatan mendapatkan beasiswa Komunitas One Asia Foundation. Terima kasih banyak kepada pihak Panitia Komunitas One Asia Foundation atas Kesempatannya bergabung di Komunitas One Asia Fondation, terima kasih banyak juga kepada: Ibu Dianni selaku Ketua Komunitas One Asia Foundation, Ketua Prodi PIPS bapak Nana Supriatna, Bapak Karim Suryadi Dekan FPIPS, Bapak Muhammad Iqbal Dosen Pembimbing, Semua Dosen dan Pihak Pemateri perkuliahan Umum One Asia Foundation, Orang tua tercinta dan teman-teman seperjuangan di Komunitas One Asia Foudation yang luar biasa, dan semua pihak yang banyak berkontribusi dalam kegiatan Komunitas One Asia Foundation ini.
Pesan dan kesan mengikuti perkulihan Komunitas One Asia Foundation ini sangat bermakna dan harapannya tidak hanya tulisan yang menjadi prestasi mahasiswa khususnya di Indonesia umumnya negara-negara Asia, namun bagaimana caranya dari prestasi tulisan mahasiswa ini bisa menjadi sebuah action para pelajar untuk membuat sebuah perubahan Indonesia Lebih baik lagi dimasa yang akan datang menghadapi permasalahan di eraglobalisasi ini. Semoga menjadi pelajaran dan pengalaman yang luar biasa bisa diterapkan dalam kehidupan diamana keberhasilan suatu negara akan tercapai apabila terjalin kerjasama yang erat dan kuat, saling melengkapi satusama lainnya, sehingga dari Komunitas One Asia ini bisa terbentuk jalinan persaudaraan antar negara Asia dan menyatukan segala perbedaan menjadikan persaudaraan antar negara. Semoga Asia tetap jaya, berprestasi dari masa kemasa dan menjadi pelopor bagi dunia.
Kamis, 14 Februari 2013
More Images @ MyNiceProfile.com
berbagi kebaikan adalah kewajiban setiap insan di dunia ini, seperti halnya para kupu-kupu yang selalu membantu para kepala putik dalam proses perkawinan bunga-bunya yang satu sama lainnya berbagi kebaikan sehingga keindahan dimana-mana kupu-kupu yang indah dan bunga pun tidak kalah indahnya...mari sama-sama intropeksi diri apakah kita sudah menebarkan kebaikan hari ini?dan apa yang bisa kita buat untuk orang-orang disekitar kita?perindahlah diri kita dan lingkungan di sekitar kita dengan selalu menebarkan kebaikan.... :D
More Images @ MyNiceProfile.com
“Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus dali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman. Laki-laki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina, atau perempuan yang musyrik; dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik, dan yang demikian itu diharamkan atas oran-orang yang mukmin,” (an-Nuur: 2-3).
ingat selalu Firman Illahi agar hidup selamanya indah, berbuat baik dan terus berusaha menjadi yang terbaik maka hasilnya pun akan berbuah kebaikan..Bawalah Allah dalam setiap Kehidupan kita..
Kamis, 31 Januari 2013
Berbagi Cerita
Kisah Nabi Idris dan Malaikat Maut
Kenapa malaikat diperintahkan
untuk langsung menemui para utusan Allah karena mereka adalah manusia pilihan
yang senantiasa suci dan mendapat perlindungan dari Allah melalui malaikat.
Salahsatu kisah yang menambah wawasan bahwa salahsatu nabi pernah di datangi
langsung oleh malaikat Allah. Semoga meninspirasi.
Malaikat
Maut sangat mengagumi kepandaian Nabi Idris. Malaikat Maut ingin lebih mengenal
Nabi Idris. Atas izin Allah, diam-diam Malaikat Maut menyamar sebagai manusia
dan bertamu ke rumah Nabi Idris.
“Assalamu’alaikum,” Malaikat Malaikat Maut memberi salam sambil mengetuk pintu.
“Wa’alaikum salam,” jawab Nabi Idris, “Silahkan masuk, siapakah itu, dan ada perlu apa datang kemari?”
Malaikat Maut menyampaikan maksudnya untuk berkenalan dengan Nabi Idris sebagai utusan Allah. Akhirnya Nabi Idris mengajak Malaikat Maut menginap di rumahnya.
Di rumah Nabi Idris, keduanya asyik beribadah, mereka tidak banyak bicara melainkan terus beribadah. Ketika tiba waktu makan, Nabi Idris mempersilahkan tamunya makan. Tamunya menolak. “Silahkan tuan makan sendiri, saya ingin melanjutkan ibadah saya kepada Allah,” jawabnya.
Setelah makan nabi Idris melanjutkan ibadah bersama tamunya sampai tiba waktu tidur. “Silahkan tuan tidur disini,” Nabi Idris menunjukkan tempat tidur tamu.
“Silahkan tuan tidur dulu, saya masih ingin melanjutkan ibadah saya,” jawab sang tamu, tanpa menunjukkan rasa lelah.
Keesokan harinya, kejadian yang sama berulang. Nabi Idris sangat heran,, siapakah sebenarnya tamu ini, kenapa tamu aneh ini tidak mau makan dan tidur? Dengan hati-hati Nabi Idris menanyakan hal itu kepada tamunya.
“Saya adalah Malaikat Maut” kata sang tamu. Nabi Idris sangat kaget. “Jadi, engkau datang untuk mencabut nyawa saya?” tanya Nabi Idris.
Malaikat Maut menggeleng, lalu menjelaskan keinginannya untuk mengenal Nabi Idris lebih jauh. Barulah Nabi Idris sadar, memang begitulah kehidupan malaikat. Dan para Malaikat memang suka mendekati orang-orang yang beriman. Bila orang beriman sedang shalat, berdoa, atau melakukan amal saleh, banyak malaikat yang mengerumuninya.
“Sebenarnya saya ingin merasakan bagaimana rasanya jika nyawa seseorang sedang di cabut,” ujar Nabi Idris tiba-tiba.
“Permintaan tuan aneh sekali,” kata Malaikat Maut. Selama ini manusia justru takut nyawanya akan dicabut.
Idris menjelaskan kepada Malaikat Maut bahwa pengalamannya akan menjadi bekal dalam berdakwah. Dengan izin Allah, Malaikat Malaikat Maut melakukan apa yang diminta Nabi Idris. Dicabutnya nyawa Nabi Idris, lalu segera dikembalikan lagi.
“Saya tidak merasakan apa-apa,” kata Idris setelah bangun dari kematiannya
“Karena saya melakukannya dengan lembut. Begitulah yang selalu saya lakukan terhadap orang-orang beriman,” kata Malaikat Maut.
“Bagaimana dengan orang yang tidak beriman? Tanya Nabi Idris penasaran.
“Oh, mereka akan merasakan luar biasa kesakitan waktu nyawa mereka dicabut,” kata Malaikat Maut. Nabi Idris ingin mendengarnya. Terlebih waktu Malaikat Maut mengatakan, rasa sakit itu akan dirasakan si mati sampai hari kiamat. Nabi Idris tidak mampu membayangkan betapa sakitnya. Sakit sehari saja rasanya sudah tidak tahan, apalagi kalau harus menanggungnya hingga ratusan tahun sambil menunggu waktu kiamat tiba. Sebaliknya orang yang beriman akan merasakan kebahagiaan. Setelah mati, mereka akan menikmati hasil setiap amal saleh mereka di dunia,” tutur Malaikat Maut menjelaskan.
“Assalamu’alaikum,” Malaikat Malaikat Maut memberi salam sambil mengetuk pintu.
“Wa’alaikum salam,” jawab Nabi Idris, “Silahkan masuk, siapakah itu, dan ada perlu apa datang kemari?”
Malaikat Maut menyampaikan maksudnya untuk berkenalan dengan Nabi Idris sebagai utusan Allah. Akhirnya Nabi Idris mengajak Malaikat Maut menginap di rumahnya.
Di rumah Nabi Idris, keduanya asyik beribadah, mereka tidak banyak bicara melainkan terus beribadah. Ketika tiba waktu makan, Nabi Idris mempersilahkan tamunya makan. Tamunya menolak. “Silahkan tuan makan sendiri, saya ingin melanjutkan ibadah saya kepada Allah,” jawabnya.
Setelah makan nabi Idris melanjutkan ibadah bersama tamunya sampai tiba waktu tidur. “Silahkan tuan tidur disini,” Nabi Idris menunjukkan tempat tidur tamu.
“Silahkan tuan tidur dulu, saya masih ingin melanjutkan ibadah saya,” jawab sang tamu, tanpa menunjukkan rasa lelah.
Keesokan harinya, kejadian yang sama berulang. Nabi Idris sangat heran,, siapakah sebenarnya tamu ini, kenapa tamu aneh ini tidak mau makan dan tidur? Dengan hati-hati Nabi Idris menanyakan hal itu kepada tamunya.
“Saya adalah Malaikat Maut” kata sang tamu. Nabi Idris sangat kaget. “Jadi, engkau datang untuk mencabut nyawa saya?” tanya Nabi Idris.
Malaikat Maut menggeleng, lalu menjelaskan keinginannya untuk mengenal Nabi Idris lebih jauh. Barulah Nabi Idris sadar, memang begitulah kehidupan malaikat. Dan para Malaikat memang suka mendekati orang-orang yang beriman. Bila orang beriman sedang shalat, berdoa, atau melakukan amal saleh, banyak malaikat yang mengerumuninya.
“Sebenarnya saya ingin merasakan bagaimana rasanya jika nyawa seseorang sedang di cabut,” ujar Nabi Idris tiba-tiba.
“Permintaan tuan aneh sekali,” kata Malaikat Maut. Selama ini manusia justru takut nyawanya akan dicabut.
Idris menjelaskan kepada Malaikat Maut bahwa pengalamannya akan menjadi bekal dalam berdakwah. Dengan izin Allah, Malaikat Malaikat Maut melakukan apa yang diminta Nabi Idris. Dicabutnya nyawa Nabi Idris, lalu segera dikembalikan lagi.
“Saya tidak merasakan apa-apa,” kata Idris setelah bangun dari kematiannya
“Karena saya melakukannya dengan lembut. Begitulah yang selalu saya lakukan terhadap orang-orang beriman,” kata Malaikat Maut.
“Bagaimana dengan orang yang tidak beriman? Tanya Nabi Idris penasaran.
“Oh, mereka akan merasakan luar biasa kesakitan waktu nyawa mereka dicabut,” kata Malaikat Maut. Nabi Idris ingin mendengarnya. Terlebih waktu Malaikat Maut mengatakan, rasa sakit itu akan dirasakan si mati sampai hari kiamat. Nabi Idris tidak mampu membayangkan betapa sakitnya. Sakit sehari saja rasanya sudah tidak tahan, apalagi kalau harus menanggungnya hingga ratusan tahun sambil menunggu waktu kiamat tiba. Sebaliknya orang yang beriman akan merasakan kebahagiaan. Setelah mati, mereka akan menikmati hasil setiap amal saleh mereka di dunia,” tutur Malaikat Maut menjelaskan.
Dari
kisah diatas menjadi acuan bagi kita sebagai makhluk Allah yang akan merasakan dahsyatnya
dicabut nyawa oleh malaikat maut. Dari kisah diatas sakit bagi sakaratul maut
hanya orang yang banyak dosa dan ingkar kepada Allah namun sakaratul maut bagi
orang yang beriman insyallah ringan. Mudah-mudah kita semua termasuk
orang-orang yang taat dan patuh kepada Allah SWT. Amin.
Puisi Karya Ku
“Rindu Sang Kekasih”
Terbenak
di hati ini untuk merinduMu selalu
Wahay
para utusan Allah aku rindu sesosok pejuang yang mencontohMu
Engkau
begitu cepat pergi dari bumi ini
Engkau
begitu mempesona, dan sukar untuk dilupakan
Begitu
banyak perjuanganmu untuk agama ini
Begitu
banyak tetesan air mata yang tak sanggup harus berpisah denganmu
Ya
Rosullah wahay kekasihku tercinta.....
Kini
saatnya kembali bangkit para pejuang yang mencohMu
Agar
aku tidak sedih melihat agama ini ternodai walau hanya sedikit saja
Dan
agar aku tak merana melihat diriMu sudah tidak menjadi idola dan sanjungan
umatMu
Ya
Rosullah wahay kekasihku tercinta.....
Dari
sekarang aku datang untukMu dan Agamamu
Akan
ku gapai hidup ini dengan hanya mentauladani dan merindu diriMu saja
Dan
akan aku tanamkan jihad sebagai bukti cinta dan rinduku padaMu
Agar
kelak di kehidupan abadi aku bisa bersamaMu selamanya. Amiin
Langganan:
Postingan (Atom)